GN-PK Pimpin Deklarasi dan Shalawat Akbar di Surabaya: Gerakan Moral dari Jalan Raya hingga Pesantren.

Post Image Diskusi Hari Anti Korupsi Tahun 2025

Author: RZ

Created: Dec 09, 2025

Category: Nasional

Views: 78

www.manggalanews.com - Surabaya. Peringatan Hari Antikorupsi se-Dunia, 9 Desember 2025, menghadirkan suasana berbeda di Surabaya. Sejak pagi, Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GN-PK) menggandeng sejumlah organisasi masyarakat—di antaranya MAPI, MADAS, dan IPPAMA—untuk menggelar aksi terpadu yang merentang dari jalan raya. Pengurus GN-PK dari berbagai provinsi, termasuk Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Madura, turut hadir memperkuat barisan.

Bunga untuk Pengendara, Pesan untuk Negeri

Rangkaian kegiatan dibuka dengan pembagian bunga kepada pengendara bermotor di titik strategis Kota Surabaya. Aksi sederhana namun simbolik ini menjadi ajakan terbuka agar publik kembali menengok nilai-nilai integritas, di tengah maraknya praktik korupsi yang kian merusak sendi kehidupan.

Deklarasi Ormas se-Jawa Timur: Menolak Uang Haram, Menguatkan Integritas

Momentum utama peringatan tahun ini adalah Deklarasi Antikorupsi Ormas se-Jawa Timur, yang diprakarsai DPW GN-PK Jawa Timur. Deklarasi tersebut lahir dari kegelisahan bersama atas menguatnya budaya permisif terhadap uang haram—dari tingkat birokrasi hingga ruang sosial masyarakat—dan menyerukan partisipasi publik dalam mengawasi layanan negara.

Ketua Umum GN-PK, Dr. H. Adi Warman, S.H., M.H., M.B.A., menegaskan bahwa korupsi bukan semata urusan kriminalitas administrasi.

“Korupsi bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi pengkhianatan moral terhadap rakyat. Karena itu, gerakan antikorupsi harus hidup di tengah masyarakat, tidak berhenti di ruang penegakan hukum,” ujar Adi Warman.

Ia menyebut GN-PK akan terus memperluas aliansi sosial untuk membangun perlawanan kultural yang berkelanjutan terhadap korupsi.

Shalawat Akbar: Pesan Spiritual Melawan Perilaku Koruptif

Rangkaian kegiatan di Surabaya ini akan di tutup dengan Shalawat Akbar, yang insya Allah akan dipimpin Al-Mukarrom Habib Syech Bin Abdul Qadir Assegaf, diikuti ribuan santri dari berbagai pondok pesantren.

Bagi GN-PK, menggandeng komunitas pesantren bukan hanya strategi ceremonial, tetapi penguatan akar gerakan. Pesantren dianggap sebagai jangkar etika sosial yang mampu menanamkan kesadaran moral sejak dini—sebuah elemen penting dalam perang panjang melawan korupsi.

Fadel dan Billiard: Bahasa Anak Muda untuk Integritas

Upaya GN-PK menyasar generasi muda juga ditampilkan melalui turnamen fadel dan billiard yang digagas oleh Ketua DPW GN-PK Jawa Timur, Mas Putera, bersama panitia. Olahraga dipilih sebagai medium kampanye nilai sportivitas dan kejujuran—nilai dasar yang sering absen dalam praktik birokrasi modern.

Gerakan Serempak dan Mimbar Jumat

Surabaya bukan satu-satunya panggung. Di sejumlah provinsi lain, kegiatan serupa digelar secara serempak. Bahkan sebelumnya, GN-PK telah bersurat kepada Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI), mengimbau para khotib Jumat pada 5 Desember 2025 mengangkat tema:

“Jaga Hati, Jaga Rumah, Jaga Bangsa: Tolak Uang Haram dan Tegakkan Integritas demi Indonesia Maju.”

Tema itu disambut luas dan menjadi bagian dari kampanye moral antikorupsi yang menembus ruang ibadah dan kesadaran masyarakat.

Agenda Kebangsaan yang Tidak Boleh Mengendur

Menutup rangkaian kegiatan, Adi Warman mengingatkan bahwa pemberantasan korupsi bukan agenda musiman, melainkan pekerjaan besar sebuah bangsa yang ingin maju.

“Tidak ada negara yang maju dengan toleransi terhadap korupsi. Integritas harus menjadi budaya, bukan sekadar slogan,” katanya.

Pringatan di Surabaya tahun ini dianggap sebagai cermin konsistensi DPW GN-PK Jawa Timur, sekaligus sinyal bahwa publik sipil kembali menemukan suaranya dalam gerakan antikorupsi nasional.

Comments

Belum ada komentar