Pergerakan IHSG Hari Ini dan Pilihan Rekomendasi Saham Senin, 13 Oktober 2025

Post Image Foto Indeks Harga Saham Gabungan

Author: RZ

Created: Oct 13, 2025

Category: Ekonomi dan Bisnis

Views: 116

Manggalanews.com - Kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi bakal melanjutkan penguatan pada perdagangan hari Senin (13/10/2025). Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana, menerangkan bahwa secara teknikal, posisi IHSG saat ini tengah berada pada bagian dari wave [v] dari wave 5. Hal tersebut yang dinilai menjadi sinyal penguatan laju indeks ke depannya. “Posisi IHSG saat ini, diperkirakan masih berada pada bagian dari wave [v] dari wave 5 pada label hitam. Hal tersebut berarti, IHSG masih berpeluang menguat dengan target 8.294–8.365,” kata Herditya dalam risetnya, dikutip Minggu (12/10/2025).

Dalam kondisi ini, Herditya merekomendasikan sejumlah saham untuk perdagangan besok, antara lain PT Blue Bird Tbk. (BIRD), PT Mayora Indah Tbk. (MYOR), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO), dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM).

PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) dan Samuel Sekuritas Indonesia memproyeksi IHSG hari ini berpotensi terkoreksi akibat tekanan dari katalis global. Sedangkan MNC Sekuritas melihat masih terbuka peluang penguatan lanjutan pada IHSG hari ini. Kalangan sekuritas memiliki pandangan berbeda terkait arah indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini, Senin (13/10/2025).  

Sekuritas Hari Rachmansyah, Equity Analyst PT Indo Premier mengatakan faktor eksternal akibat perang dagang baru yang diumumkan Presiden Trump atas produk China sebesar 100% menimbulkan kekhawatiran baru terkait prospek ekonomi dunia. Kondisi itu dapat memicu aksi profit taking dan potensi keluarnya dana asing (foreign outflow) dari pasar saham domestik.

“IHSG diprediksi berpotensi koreksi menguji support di 8.150 dengan resistance terdekat 8.272. Pelaku pasar disarankan bersikap defensif, fokus pada saham berfundamental kuat, dan menerapkan strategi buy on weakness secara selektif,” ujarnya Senin, (13/10/2025). 

Potensi koreksi ini muncul setelah IHSG sepanjang 6–10 Oktober 2025 mencatat rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di level 8.272 pada 9 Oktober 2025. Pencapaian tersebut mencerminkan optimisme investor terhadap ekonomi domestik, meski diwarnai ketidakpastian global akibat shutdown pemerintah AS dan fluktuasi harga komoditas.

“Meskipun tercatat ada net sell asing sebesar Rp1,3 triliun, tekanan jual tersebut berhasil diimbangi oleh kuatnya minat beli investor domestik, terutama pada saham-saham konglomerat seperti RAJA, TINS, CUAN, dan CDIA yang menjadi penggerak utama indeks,” tambahnya.

Selama sepekan lalu, S&P 500 turun 2,7%, Nasdaq melemah 3,5%, dan Dow Jones terkoreksi 1,9% akibat kekhawatiran meningkatnya tarif impor terhadap China dan penundaan rilis data ekonomi resmi karena shutdown pemerintahan AS. Untuk pekan ini (13–17 Oktober 2025), IPOT memperkirakan tekanan eksternal masih akan membayangi pergerakan pasar, terutama akibat kebijakan tarif baru AS terhadap China dan meningkatnya ketegangan geopolitik yang berpotensi mendorong harga emas sebagai aset lindung nilai.

IPOT menjagokan sejumlah saham seperti CDIA, ANTM, dan SSIA.  Muhammad Alfatih, Senior Technical Analyst PT Samuel Sekuritas Indonesia, sentimen pasar domestik masih positif, namun dapat melemah bila rupiah terus terdepresiasi. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS cenderung volatil dan diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.500–Rp16.700.

Ia menambahkan, yield spread antara SUN dan UST 10 tahun menyempit ke level terendah sejak Oktober 2023, menunjukkan bias positif bagi pasar obligasi domestik. Namun, pelebaran spread dapat menggeser minat ke obligasi AS. Sementara itu, riset harian MNC Sekuritas menilai IHSG masih berada dalam fase penguatan (wave [v] dari wave 5) dengan target di kisaran 8.294–8.365. Sekuritas ini merekomendasikan Buy untuk BIRD dan MYOR sementara itu PGEO, dan TKIM dengan strategi Buy on Weakness.



 

 

(Info : Manggalanews.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca. berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca).

 

Comments

Belum ada komentar