Sekretaris Jenderal AFC
Author: RZ
Created: Sep 30, 2025
Category: Olah Raga dan Otomotif
Views: 135
Manggalanews.com - Isu Timnas Malaysia lolos dari skorsing AFC mencuat luas setelah munculnya pernyataan dari Datuk Seri Windsor John. Sosok yang juga Sekretaris Jenderal (Sekjen) AFC itu buka suara soal peluang Timnas Malaysia terkena sanksi kasus naturalisasi. Mantan Presiden FAM era 2015 itu menyebut tidak ada hukuman skorsing untuk skuad Harimau Malaya dari FIFA.
Sebelumnya Timnas Malaysia resmi dijatuhkan sanksi oleh FIFA pada Jumat (26/9/2025) usai menemukan adanya pelanggaran berat dalam proyek tersebut. Upaya naturalisasi pemain asing yang dijalankan Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) pada 2025 justru berakhir bencana.
FAM terbukti melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA lantaran melakukan pemalsuan dan rekayasa dokumen tujuh pemain naturalisasi. Fakta ini sekaligus menguak bahwa program naturalisasi Malaysia ternyata tidak sah menurut regulasi sepak bola internasional.
Nama-nama yang terseret adalah Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, serta Hector Hevel.
FIFA menjatuhkan denda 350.000 franc Swiss atau sekitar Rp7,3 miliar kepada FAM. Sedangkan ketujuh pemain naturalisasi itu dihukum larangan tampil selama satu tahun plus denda 2.000 franc Swiss (Rp41 juta).
Terkait itu Menurut Datuk Seri Windsor John pria berusia 64 tahun itu, FIFA hanya menjatuhi hukuman denda kepada federasi dan skorsing untuk pemain naturalisasi. Dalam rilis resmi pada Jumat (26/9/2025) lalu, tak ada sanksi FIFA berupa skorsing untuk tim besutan Peter Cklamovski.
Datu Seri Windsor John bahkan menyebut skuad Harimau Malaya masih bisa bermain di kancah internasional. Seperti yang diketahui bersama, Malaysia dijadwalkan menghadapi Laos dalam dua laga Kualifikasi Piala Asia 2027 pada Oktober mendatang.
"Timnas Malaysia tidak diskors dari kompetisi, tidak juga dilarang beroperasi," kata Windsor John.
"Tim Malaysia masih bisa bermain di pertandingan internasional mendatang," imbuhnya.
Saat ini Malaysia tengah mengutus Datuk Hamidin ke Zurich, Swiss, untuk melobi FIFA terkait kasus naturalisasi. Jika gagal, Malaysia baru akan mengajukan banding ke Komite Banding FIFA, dan jika masih kurang, mereka bisa membawa kasus ini ke Pengadilan CAS.
AFC dan AFF kemungkinan besar baru akan member sanksi untuk Malaysia setelah keputusan penuh FIFA dikeluarkan.
Berkaca pada kasus Timor Leste pada 2023, dimana federasi mereka terbukti menggunakan dokumen palsu untuk menaturalisasi pemain asal Brasil. Timor Leste tak hanya ditendang dari Kualifikasi Piala Asia, tetapi sebanyak 36 laga sejak 2012 dibatalkan oleh FIFA dan AFC.
Publik sepak bola nantikan seperti apa kedepan dari kasus naturalisasi Timnas Malaysia ini.
Comments
Belum ada komentar